<script type="application/ld+json"> [{"@context": "https://schema.org", "@type": "BlogPosting", "@id": "https://grey.co/id/blog/how-non-us-residents-can-get-a-virtual-dollar-card#article", "headline": "Kartu virtual dolar untuk non-residen AS di 2026", "description": "Kartu virtual dolar memudahkan Anda membayar Amazon, Netflix, dan Spotify tanpa rekening bank AS. Pelajari cara mendapatkannya. Buka akun Grey sekarang.", "inLanguage": "id", "url": "https://grey.co/id/blog/how-non-us-residents-can-get-a-virtual-dollar-card", "mainEntityOfPage": "https://grey.co/id/blog/how-non-us-residents-can-get-a-virtual-dollar-card", "datePublished": "2026-09-30T06:00:00+01:00", "dateModified": "2026-09-30T06:00:00+01:00", "author": {"@type": "Person", "name": "Priscila Marotti"}, "publisher": {"@type": "Organization", "@id": "https://grey.co/#organization", "name": "Grey", "url": "https://grey.co"}, "image": "https://cdn.prod.website-files.com/636a85d290ee58e70c17e1c0/6a3009ab18ef06ba07c2aa30_6a3009aa751697dfe0066c20_how-non-us-residents-can-get-a-virtual-dollar-card__header-image.webp", "translationOfWork": {"@id": "https://grey.co/blog/how-non-us-residents-can-get-a-virtual-dollar-card#article"}}, {"@context": "https://schema.org", "@type": "BreadcrumbList", "@id": "https://grey.co/id/blog/how-non-us-residents-can-get-a-virtual-dollar-card#breadcrumb", "itemListElement": [{"@type": "ListItem", "position": 1, "name": "Beranda", "item": "https://grey.co/id"}, {"@type": "ListItem", "position": 2, "name": "Blog", "item": "https://grey.co/id/blog"}, {"@type": "ListItem", "position": 3, "name": "Cara mendapatkan kartu virtual dolar bagi non-residen AS di 2026", "item": "https://grey.co/id/blog/how-non-us-residents-can-get-a-virtual-dollar-card"}]}, {"@context": "https://schema.org", "@type": "FAQPage", "@id": "https://grey.co/id/blog/how-non-us-residents-can-get-a-virtual-dollar-card#faq", "mainEntity": [{"@type": "Question", "name": "Bisakah non-residen AS mendapatkan kartu virtual dolar?", "acceptedAnswer": {"@type": "Answer", "text": "Bisa. Kini banyak platform fintech menawarkan rekening multimata uang yang memungkinkan non-residen AS membuat kartu virtual dolar tanpa perlu rekening bank AS atau status penduduk AS."}}, {"@type": "Question", "name": "Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan kartu virtual dolar?", "acceptedAnswer": {"@type": "Answer", "text": "Sebagian besar platform menerbitkan kartu virtual seketika setelah verifikasi identitas selesai. Seluruh prosesnya biasanya kurang dari 10 menit."}}, {"@type": "Question", "name": "Dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk mendapatkan kartu virtual USD?", "acceptedAnswer": {"@type": "Answer", "text": "Pengguna biasanya memerlukan kartu identitas resmi dari pemerintah, seperti paspor atau kartu identitas nasional. Beberapa penyedia juga mungkin meminta bukti alamat."}}, {"@type": "Question", "name": "Bisakah kartu virtual USD dipakai untuk langganan?", "acceptedAnswer": {"@type": "Answer", "text": "Bisa. Kartu virtual bisa dipakai untuk sebagian besar pembayaran berulang, termasuk layanan streaming, langganan SaaS, platform cloud hosting, dan berbagai aplikasi digital."}}, {"@type": "Question", "name": "Apakah ada batas pengeluaran pada kartu virtual dolar?", "acceptedAnswer": {"@type": "Answer", "text": "Batas pengeluaran berbeda-beda tergantung penyedia dan tingkat akun. Banyak kartu memungkinkan transaksi harian antara USD 500 dan USD 5.000, dan batas yang lebih tinggi mungkin tersedia setelah verifikasi tambahan."}}, {"@type": "Question", "name": "Bisakah saya menambahkan kartu virtual dolar ke Apple Pay atau Google Pay?", "acceptedAnswer": {"@type": "Answer", "text": "Beberapa penyedia, seperti Grey, mendukung dompet digital, sehingga pengguna bisa membayar nirsentuh dengan ponsel meski tanpa kartu fisik."}}]}] </script>

Cara mendapatkan kartu virtual dolar bagi non-residen AS di 2026

Priscila Marotti

DAFTAR ISI

BAGIKAN ARTIKEL INI

Sudah lebih dari sepuluh tahun saya tidak ke Amerika Serikat, tetapi kalau melihat keuangan saya hari ini, Anda mungkin mengira saya tinggal di sana. Saya dibayar dalam dolar, punya rekening dolar, menabung dalam dolar, dan memakai platform yang menagih (sudah bisa ditebak) dalam dolar.

Suatu saat, semuanya jadi jelas: punya kartu dolar akan membuat segalanya lebih mudah.

Inilah kenyataan bagi jutaan freelancer, pekerja remote, pebisnis online, dan tim global saat ini. Mereka mungkin tinggal di Brasil, India, Nigeria, Kenya, atau Filipina, tetapi kehidupan finansial mereka sering berputar di sekitar dolar AS.

Dalam panduan ini, saya akan menjelaskan apa itu kartu virtual dolar, bagaimana non-residen AS bisa mendapatkannya, berapa biayanya, dan mengapa kartu ini menjadi salah satu alat keuangan paling praktis bagi orang yang bekerja secara global.

Apa itu kartu virtual dolar?

Kartu virtual dolar adalah kartu digital yang memungkinkan Anda berbelanja online dalam dolar AS.

Alih-alih menerima kartu debit fisik lewat pos, Anda menerima detail kartu digital berupa nomor kartu, tanggal kedaluwarsa, dan kode keamanan CVV. Detail ini bisa langsung dipakai untuk belanja online dan membayar tagihan.

Perbedaan utama kartu virtual dolar dengan kartu bank biasa ada pada mata uangnya. Kartu virtual USD berdenominasi dolar AS, jadi pembayaran diproses langsung dalam USD.

Ini penting karena banyak layanan online di seluruh dunia dihargai dalam dolar. Saat Anda membayar dengan kartu bermata uang lokal, bank biasanya mengonversi transaksi ke USD dan menambahkan biaya transaksi luar negeri dengan tarif berbeda-beda. Biaya ini umumnya berkisar 2% hingga 5% per pembayaran, tergantung bank dan negaranya.

Kartu virtual dolar menghilangkan langkah konversi tambahan itu beserta biayanya. Jika Anda sudah punya dana dalam USD, Anda cukup membayar langsung dalam dolar.

Bagi orang yang bekerja online atau menjalankan bisnis global, kartu virtual dolar sering menjadi cara termudah untuk mengelola pengeluaran internasional.

Bisakah non-residen AS mendapatkan kartu virtual dolar?

Bisa. Kini non-residen bisa mendapatkan kartu virtual dolar meskipun tidak tinggal di Amerika Serikat dan tidak punya rekening bank AS.

Dulu, untuk mendapatkan kartu debit USD biasanya Anda harus membuka rekening di bank AS. Prosesnya umumnya meminta alamat tempat tinggal di AS, Social Security Number, dan verifikasi identitas secara langsung. Bagi kebanyakan orang yang tinggal di luar negeri, hal ini membuat prosesnya rumit atau bahkan mustahil.

Platform fintech modern mengubah semua itu.

Saat ini, banyak layanan keuangan digital memungkinkan pengguna membuka rekening multimata uang secara online, menyimpan saldo dalam USD, EUR, atau GBP, dan membuat kartu virtual yang terhubung dengan saldo tersebut.

Seluruh prosesnya biasanya bisa diselesaikan dari jarak jauh dalam beberapa menit. Platform ini memakai proses verifikasi identitas yang aman, dengan dokumen yang diakui secara internasional seperti paspor atau kartu identitas nasional, sebelum memberikan akses.

Hasilnya, freelancer, pekerja remote, startup, dan pebisnis global kini bisa memakai alat pembayaran USD yang sebelumnya hanya tersedia bagi penduduk AS.

Apakah saya perlu rekening bank AS untuk mendapatkan kartu virtual dolar?

Salah satu anggapan keliru terbesar tentang kartu pembayaran USD adalah bahwa Anda harus membuka rekening bank di Amerika Serikat untuk mendapatkannya.

Dulu memang begitu. Kebanyakan bank AS mensyaratkan:

  • Social Security Number (SSN)
  • alamat tempat tinggal di AS
  • dan sering kali, verifikasi identitas secara langsung

Jika Anda tinggal di luar AS, persyaratan seperti ini membuat kartu debit USD sangat sulit didapat.

Platform fintech modern mengubah model tersebut. Alih-alih mensyaratkan status penduduk AS, banyak penyedia kini menawarkan rekening digital multimata uang yang mencakup saldo USD dan kartu virtual. Rekening ini adalah layanan keuangan resmi yang memungkinkan pengguna menyimpan dan membelanjakan dolar tanpa membuka rekening bank konvensional di AS.

Memulainya jauh lebih sederhana, tetapi tetap aman. Verifikasi dilakukan online melalui pemeriksaan KYC standar, dengan dokumen identitas tepercaya seperti:

  • paspor
  • atau kartu identitas nasional

Pemeriksaan ini memastikan akun Anda terverifikasi dan terlindungi dengan baik. Setelah semuanya siap, Anda bisa membuat kartu virtual dalam hitungan menit dan mulai membayar secara online.

Bisakah saya mendapatkan kartu virtual USD tanpa Social Security Number?

Bisa. Non-residen AS umumnya tidak memerlukan Social Security Number untuk mendapatkan kartu virtual dolar.

Alih-alih memakai nomor identitas pajak AS, kebanyakan penyedia pembayaran digital memverifikasi identitas dengan dokumen internasional. Biasanya Anda diminta mengunggah kartu identitas resmi dari pemerintah dan menyelesaikan verifikasi biometrik saat membuat akun.

Tidak adanya pemeriksaan kredit adalah keuntungan lain. Karena sebagian besar kartu virtual dolar berfungsi sebagai kartu prabayar atau debit, Anda membelanjakan saldo sendiri, bukan meminjam uang. Artinya, tidak ada syarat riwayat kredit dan tidak ada risiko menumpuk bunga atau utang.

Bagi freelancer dan pekerja remote yang berpenghasilan dari luar negeri, model ini membuat alat pembayaran USD jauh lebih mudah diakses, di mana pun mereka tinggal.

Jenis-jenis kartu virtual dolar

Tidak semua kartu virtual dolar bekerja dengan cara yang sama. Tergantung platformnya, kartu ini bisa terhubung ke jenis akun atau saldo yang berbeda.

Memahami perbedaannya membantu Anda memilih opsi yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Kartu virtual dolar prabayar

Kartu virtual prabayar diisi dengan sejumlah uang sebelum dipakai.

Anda menambahkan dana ke kartu terlebih dahulu, lalu membelanjakan saldo itu sampai habis. Banyak platform memakai model ini karena sederhana dan mudah dikendalikan.

Karena Anda hanya bisa membelanjakan jumlah yang diisi, kartu prabayar sering dianggap pilihan yang baik untuk mengatur anggaran dan menjaga keamanan.

Kartu virtual dolar debit

Kartu virtual debit terhubung langsung ke saldo di akun Anda, biasanya dompet USD atau rekening multimata uang.

Alih-alih mengisi uang ke kartu, pembayaran langsung dipotong dari saldo yang tersedia.

Banyak platform fintech, termasuk Grey, menerbitkan kartu virtual jenis debit yang terhubung ke saldo USD.

Kartu virtual sekali pakai

Beberapa platform juga menawarkan kartu virtual sekali pakai untuk pembayaran tunggal atau sementara.

Kartu ini berguna saat:

  • mencoba layanan online baru
  • membayar di situs web yang belum Anda kenal
  • melindungi detail kartu utama Anda

Setelah pembayaran selesai, nomor kartu tidak berlaku lagi.

Jenis kartu dolar mana yang terbaik?

Bagi sebagian besar freelancer, pekerja remote, dan bisnis global, kartu virtual dolar debit yang terhubung ke saldo USD cenderung menjadi pilihan paling praktis. Kartu ini memudahkan Anda mengelola dana sambil membayar layanan global, langganan, dan aplikasi yang menagih dalam USD.

Apakah kartu virtual dolar aman digunakan?

Keamanan adalah salah satu keunggulan utama kartu virtual.

Berbeda dengan kartu fisik, kartu virtual tidak bisa hilang atau dicuri secara fisik. Karena hanya ada dalam bentuk digital, detail kartu tersimpan di akun pengguna dan bisa dibuat ulang seketika bila perlu.

Sebagian besar penyedia juga menambahkan lapisan keamanan seperti autentikasi dua faktor, notifikasi transaksi secara real time, dan fitur untuk membekukan atau mengaktifkan kembali kartu seketika.

Fitur umum lainnya adalah autentikasi 3D Secure, yang meminta pengguna menyetujui transaksi tertentu sebelum diproses. Ini membantu mencegah pembayaran tanpa izin meskipun detail kartu bocor.

Bagi pengguna yang rutin berbelanja online, fitur keamanan ini menjadikan kartu virtual salah satu metode pembayaran paling aman.

Perbandingan kartu virtual dolar AS

Kini beberapa platform menawarkan kartu virtual untuk pengguna internasional. Meski fungsi dasarnya mirip, ada perbedaan penting dalam biaya, mata uang yang didukung, dan ketersediaan kartu.

Wise, Payoneer, dan Grey adalah tiga platform yang paling banyak dipakai oleh freelancer dan profesional remote.

  • Wise menawarkan rekening multimata uang dengan detail bank lokal di beberapa negara. Kartu virtualnya diterima luas dan bisa dipakai secara global, meskipun penerbitan kartu tidak tersedia di semua wilayah. Per September 2026, Wise mencantumkan biaya konversi mulai dari 0,24%, tergantung pasangan mata uangnya.
  • Payoneer berfokus terutama pada freelancer dan penjual marketplace yang menerima pembayaran dari platform internasional. Kartunya sering dipakai penjual di Amazon, Upwork, atau Fiverr. Biaya Payoneer bervariasi tergantung metode penarikan, dan konversi mata uang bisa berkisar sekitar 0,5% hingga 2% di atas kurs tengah pasar.
  • Grey berfokus menyederhanakan pembayaran lintas negara bagi freelancer dan profesional global. Pengguna bisa membuka saldo USD, EUR, dan GBP serta membuat kartu virtual yang terhubung langsung ke akunnya. Biaya pembuatan kartu USD 5 (untuk Mastercard, USD 4 ditambah biaya pengisian kartu USD 1), tanpa biaya pemeliharaan bulanan.
  • Revolut menawarkan kartu virtual sebagai bagian dari aplikasi perbankan digitalnya, dengan dukungan banyak mata uang dan fitur penganggaran. Namun, ketersediaannya sangat bergantung pada negara Anda, dan sebagian fitur terbatas di luar Eropa dan Inggris.
  • Skrill menyediakan kartu virtual prabayar dan mendukung pembayaran internasional, terutama untuk transaksi online. Meski tersedia luas, biayanya bisa lebih tinggi, khususnya untuk konversi mata uang dan penarikan.

Setiap platform punya tujuan berbeda. Wise berfokus pada layanan perbankan global, Payoneer dibuat untuk pencairan dana dari marketplace, sementara Revolut dan Skrill lebih condong ke perbankan digital dan pembayaran prabayar. Grey dibuat khusus untuk freelancer dan pekerja remote yang menginginkan akses langsung ke rekening multimata uang dan lebih sedikit hambatan dalam mengelola pembayaran internasional.

Perbandingan kartu virtual untuk pengguna internasional

Tabel perbandingan pilihan kartu virtual

Pilihan terbaik tergantung cara Anda mendapatkan penghasilan, tempat tinggal Anda, dan mata uang yang paling sering Anda gunakan.

Cara mendapatkan kartu virtual dolar sebagai non-residen AS

Jika Anda siap memiliki kartu virtual dolar, prosesnya biasanya cukup mudah.

Di Grey, misalnya, hanya perlu beberapa langkah:

Pembukaan akun dilakukan sepenuhnya secara online. Setelah mendaftar di situs web atau aplikasi seluler Grey, pengguna menyelesaikan proses verifikasi identitas singkat. Setelah itu, Anda bisa membuat kartu virtual langsung dari menu Kartu di dasbor.

Ilustrasi pembuatan kartu virtual dolar di aplikasi Grey

Kartu langsung diterbitkan, dan detailnya, termasuk nomor kartu, tanggal kedaluwarsa, dan CVV, segera tersedia untuk pembayaran online. Dengan begitu, pengguna bisa langsung membayar langganan, layanan digital, dan platform internasional tanpa menunggu kartu fisik tiba.

Biaya pembuatan kartu virtual Grey adalah USD 5 untuk kartu Visa. Di wilayah yang hanya mendukung Mastercard, biayanya USD 4 untuk pembuatan kartu ditambah biaya pengisian kartu USD 1. Jenis kartu yang tersedia, Visa atau Mastercard, tergantung negara Anda. Berbeda dengan sebagian penyedia lain, tidak ada biaya pemeliharaan bulanan, jadi Anda tidak dikenai biaya hanya karena kartu tetap aktif.

Ilustrasi kartu virtual dolar Grey dan biaya pembuatannya

Kartu ini terhubung ke rekening multimata uang Grey, tempat pengguna bisa menyimpan saldo dalam USD, EUR, GBP, dan NGN. Jika saldo USD sudah tersedia, pembayaran langsung dipotong dari sana. Jika belum, dana bisa ditambahkan dengan mengonversi mata uang lain yang didukung. Kurs ditampilkan sebelum Anda mengonfirmasi konversi, sehingga Anda tahu persis jumlah yang akan diterima.

Meski berbentuk virtual, kartu ini tidak terbatas untuk pembayaran online. Di wilayah yang didukung, kartu virtual Grey bisa ditambahkan ke Apple Pay atau Google Pay, sehingga pengguna bisa membayar nirsentuh di toko fisik dengan ponsel. Anda pun bisa membayar belanja sehari-hari dari saldo USD yang sama dengan yang dipakai untuk layanan online.

Ilustrasi pembayaran nirsentuh dengan kartu virtual Grey di ponsel

Keamanan juga menjadi fitur utama kartu virtual. Pembayaran dilindungi autentikasi 3D Secure, yang meminta konfirmasi sebelum transaksi tertentu diproses. Pengguna juga bisa membekukan atau mengaktifkan kembali kartu seketika dari aplikasi jika mencurigai aktivitas yang tidak wajar.

Selesai. Setelah kartu dibuat, Anda bisa memakainya untuk membayar layanan online, langganan, platform internasional, dan pembayaran nirsentuh.

Dalam kebanyakan kasus, seluruh proses pembuatan kartu bisa diselesaikan online dalam hitungan menit.

Mulai gunakan kartu virtual dolar hari ini

Buka akun Grey Anda, isi saldo USD, lalu buat kartu virtual Grey untuk mulai membayar layanan global dalam hitungan menit.

Pertanyaan umum seputar kartu virtual dolar

Bisakah non-residen AS mendapatkan kartu virtual dolar?

Bisa. Kini banyak platform fintech menawarkan rekening multimata uang yang memungkinkan non-residen AS membuat kartu virtual dolar tanpa perlu rekening bank AS atau status penduduk AS.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan kartu virtual dolar?

Sebagian besar platform menerbitkan kartu virtual seketika setelah verifikasi identitas selesai. Seluruh prosesnya biasanya kurang dari 10 menit.

Dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk mendapatkan kartu virtual USD?

Pengguna biasanya memerlukan kartu identitas resmi dari pemerintah, seperti paspor atau kartu identitas nasional. Beberapa penyedia juga mungkin meminta bukti alamat.

Bisakah kartu virtual USD dipakai untuk langganan?

Bisa. Kartu virtual bisa dipakai untuk sebagian besar pembayaran berulang, termasuk layanan streaming, langganan SaaS, platform cloud hosting, dan berbagai aplikasi digital.

Apakah ada batas pengeluaran pada kartu virtual dolar?

Batas pengeluaran berbeda-beda tergantung penyedia dan tingkat akun. Banyak kartu memungkinkan transaksi harian antara USD 500 dan USD 5.000, dan batas yang lebih tinggi mungkin tersedia setelah verifikasi tambahan.

Bisakah saya menambahkan kartu virtual dolar ke Apple Pay atau Google Pay?

Beberapa penyedia, seperti Grey, mendukung dompet digital, sehingga pengguna bisa membayar nirsentuh dengan ponsel meski tanpa kartu fisik.

‍

Terakhir diperbarui:

September 30, 2026

Open a free Grey account to get startedJoin 1 million digital nomads
JIKA ANDA MENYUKAI ARTIKEL INI, BACA JUGA

Cara mendapatkan kartu virtual dolar bagi non-residen AS di 2026

•

•

2 menit baca

Sudah lebih dari sepuluh tahun saya tidak ke Amerika Serikat, tetapi kalau melihat keuangan saya hari ini, Anda mungkin mengira saya tinggal di sana. Saya dibayar dalam dolar, punya rekening dolar, menabung dalam dolar, dan memakai platform yang menagih (sudah bisa ditebak) dalam dolar.

Suatu saat, semuanya jadi jelas: punya kartu dolar akan membuat segalanya lebih mudah.

Inilah kenyataan bagi jutaan freelancer, pekerja remote, pebisnis online, dan tim global saat ini. Mereka mungkin tinggal di Brasil, India, Nigeria, Kenya, atau Filipina, tetapi kehidupan finansial mereka sering berputar di sekitar dolar AS.

Dalam panduan ini, saya akan menjelaskan apa itu kartu virtual dolar, bagaimana non-residen AS bisa mendapatkannya, berapa biayanya, dan mengapa kartu ini menjadi salah satu alat keuangan paling praktis bagi orang yang bekerja secara global.

Apa itu kartu virtual dolar?

Kartu virtual dolar adalah kartu digital yang memungkinkan Anda berbelanja online dalam dolar AS.

Alih-alih menerima kartu debit fisik lewat pos, Anda menerima detail kartu digital berupa nomor kartu, tanggal kedaluwarsa, dan kode keamanan CVV. Detail ini bisa langsung dipakai untuk belanja online dan membayar tagihan.

Perbedaan utama kartu virtual dolar dengan kartu bank biasa ada pada mata uangnya. Kartu virtual USD berdenominasi dolar AS, jadi pembayaran diproses langsung dalam USD.

Ini penting karena banyak layanan online di seluruh dunia dihargai dalam dolar. Saat Anda membayar dengan kartu bermata uang lokal, bank biasanya mengonversi transaksi ke USD dan menambahkan biaya transaksi luar negeri dengan tarif berbeda-beda. Biaya ini umumnya berkisar 2% hingga 5% per pembayaran, tergantung bank dan negaranya.

Kartu virtual dolar menghilangkan langkah konversi tambahan itu beserta biayanya. Jika Anda sudah punya dana dalam USD, Anda cukup membayar langsung dalam dolar.

Bagi orang yang bekerja online atau menjalankan bisnis global, kartu virtual dolar sering menjadi cara termudah untuk mengelola pengeluaran internasional.

Bisakah non-residen AS mendapatkan kartu virtual dolar?

Bisa. Kini non-residen bisa mendapatkan kartu virtual dolar meskipun tidak tinggal di Amerika Serikat dan tidak punya rekening bank AS.

Dulu, untuk mendapatkan kartu debit USD biasanya Anda harus membuka rekening di bank AS. Prosesnya umumnya meminta alamat tempat tinggal di AS, Social Security Number, dan verifikasi identitas secara langsung. Bagi kebanyakan orang yang tinggal di luar negeri, hal ini membuat prosesnya rumit atau bahkan mustahil.

Platform fintech modern mengubah semua itu.

Saat ini, banyak layanan keuangan digital memungkinkan pengguna membuka rekening multimata uang secara online, menyimpan saldo dalam USD, EUR, atau GBP, dan membuat kartu virtual yang terhubung dengan saldo tersebut.

Seluruh prosesnya biasanya bisa diselesaikan dari jarak jauh dalam beberapa menit. Platform ini memakai proses verifikasi identitas yang aman, dengan dokumen yang diakui secara internasional seperti paspor atau kartu identitas nasional, sebelum memberikan akses.

Hasilnya, freelancer, pekerja remote, startup, dan pebisnis global kini bisa memakai alat pembayaran USD yang sebelumnya hanya tersedia bagi penduduk AS.

Apakah saya perlu rekening bank AS untuk mendapatkan kartu virtual dolar?

Salah satu anggapan keliru terbesar tentang kartu pembayaran USD adalah bahwa Anda harus membuka rekening bank di Amerika Serikat untuk mendapatkannya.

Dulu memang begitu. Kebanyakan bank AS mensyaratkan:

  • Social Security Number (SSN)
  • alamat tempat tinggal di AS
  • dan sering kali, verifikasi identitas secara langsung

Jika Anda tinggal di luar AS, persyaratan seperti ini membuat kartu debit USD sangat sulit didapat.

Platform fintech modern mengubah model tersebut. Alih-alih mensyaratkan status penduduk AS, banyak penyedia kini menawarkan rekening digital multimata uang yang mencakup saldo USD dan kartu virtual. Rekening ini adalah layanan keuangan resmi yang memungkinkan pengguna menyimpan dan membelanjakan dolar tanpa membuka rekening bank konvensional di AS.

Memulainya jauh lebih sederhana, tetapi tetap aman. Verifikasi dilakukan online melalui pemeriksaan KYC standar, dengan dokumen identitas tepercaya seperti:

  • paspor
  • atau kartu identitas nasional

Pemeriksaan ini memastikan akun Anda terverifikasi dan terlindungi dengan baik. Setelah semuanya siap, Anda bisa membuat kartu virtual dalam hitungan menit dan mulai membayar secara online.

Bisakah saya mendapatkan kartu virtual USD tanpa Social Security Number?

Bisa. Non-residen AS umumnya tidak memerlukan Social Security Number untuk mendapatkan kartu virtual dolar.

Alih-alih memakai nomor identitas pajak AS, kebanyakan penyedia pembayaran digital memverifikasi identitas dengan dokumen internasional. Biasanya Anda diminta mengunggah kartu identitas resmi dari pemerintah dan menyelesaikan verifikasi biometrik saat membuat akun.

Tidak adanya pemeriksaan kredit adalah keuntungan lain. Karena sebagian besar kartu virtual dolar berfungsi sebagai kartu prabayar atau debit, Anda membelanjakan saldo sendiri, bukan meminjam uang. Artinya, tidak ada syarat riwayat kredit dan tidak ada risiko menumpuk bunga atau utang.

Bagi freelancer dan pekerja remote yang berpenghasilan dari luar negeri, model ini membuat alat pembayaran USD jauh lebih mudah diakses, di mana pun mereka tinggal.

Jenis-jenis kartu virtual dolar

Tidak semua kartu virtual dolar bekerja dengan cara yang sama. Tergantung platformnya, kartu ini bisa terhubung ke jenis akun atau saldo yang berbeda.

Memahami perbedaannya membantu Anda memilih opsi yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Kartu virtual dolar prabayar

Kartu virtual prabayar diisi dengan sejumlah uang sebelum dipakai.

Anda menambahkan dana ke kartu terlebih dahulu, lalu membelanjakan saldo itu sampai habis. Banyak platform memakai model ini karena sederhana dan mudah dikendalikan.

Karena Anda hanya bisa membelanjakan jumlah yang diisi, kartu prabayar sering dianggap pilihan yang baik untuk mengatur anggaran dan menjaga keamanan.

Kartu virtual dolar debit

Kartu virtual debit terhubung langsung ke saldo di akun Anda, biasanya dompet USD atau rekening multimata uang.

Alih-alih mengisi uang ke kartu, pembayaran langsung dipotong dari saldo yang tersedia.

Banyak platform fintech, termasuk Grey, menerbitkan kartu virtual jenis debit yang terhubung ke saldo USD.

Kartu virtual sekali pakai

Beberapa platform juga menawarkan kartu virtual sekali pakai untuk pembayaran tunggal atau sementara.

Kartu ini berguna saat:

  • mencoba layanan online baru
  • membayar di situs web yang belum Anda kenal
  • melindungi detail kartu utama Anda

Setelah pembayaran selesai, nomor kartu tidak berlaku lagi.

Jenis kartu dolar mana yang terbaik?

Bagi sebagian besar freelancer, pekerja remote, dan bisnis global, kartu virtual dolar debit yang terhubung ke saldo USD cenderung menjadi pilihan paling praktis. Kartu ini memudahkan Anda mengelola dana sambil membayar layanan global, langganan, dan aplikasi yang menagih dalam USD.

Apakah kartu virtual dolar aman digunakan?

Keamanan adalah salah satu keunggulan utama kartu virtual.

Berbeda dengan kartu fisik, kartu virtual tidak bisa hilang atau dicuri secara fisik. Karena hanya ada dalam bentuk digital, detail kartu tersimpan di akun pengguna dan bisa dibuat ulang seketika bila perlu.

Sebagian besar penyedia juga menambahkan lapisan keamanan seperti autentikasi dua faktor, notifikasi transaksi secara real time, dan fitur untuk membekukan atau mengaktifkan kembali kartu seketika.

Fitur umum lainnya adalah autentikasi 3D Secure, yang meminta pengguna menyetujui transaksi tertentu sebelum diproses. Ini membantu mencegah pembayaran tanpa izin meskipun detail kartu bocor.

Bagi pengguna yang rutin berbelanja online, fitur keamanan ini menjadikan kartu virtual salah satu metode pembayaran paling aman.

Perbandingan kartu virtual dolar AS

Kini beberapa platform menawarkan kartu virtual untuk pengguna internasional. Meski fungsi dasarnya mirip, ada perbedaan penting dalam biaya, mata uang yang didukung, dan ketersediaan kartu.

Wise, Payoneer, dan Grey adalah tiga platform yang paling banyak dipakai oleh freelancer dan profesional remote.

  • Wise menawarkan rekening multimata uang dengan detail bank lokal di beberapa negara. Kartu virtualnya diterima luas dan bisa dipakai secara global, meskipun penerbitan kartu tidak tersedia di semua wilayah. Per September 2026, Wise mencantumkan biaya konversi mulai dari 0,24%, tergantung pasangan mata uangnya.
  • Payoneer berfokus terutama pada freelancer dan penjual marketplace yang menerima pembayaran dari platform internasional. Kartunya sering dipakai penjual di Amazon, Upwork, atau Fiverr. Biaya Payoneer bervariasi tergantung metode penarikan, dan konversi mata uang bisa berkisar sekitar 0,5% hingga 2% di atas kurs tengah pasar.
  • Grey berfokus menyederhanakan pembayaran lintas negara bagi freelancer dan profesional global. Pengguna bisa membuka saldo USD, EUR, dan GBP serta membuat kartu virtual yang terhubung langsung ke akunnya. Biaya pembuatan kartu USD 5 (untuk Mastercard, USD 4 ditambah biaya pengisian kartu USD 1), tanpa biaya pemeliharaan bulanan.
  • Revolut menawarkan kartu virtual sebagai bagian dari aplikasi perbankan digitalnya, dengan dukungan banyak mata uang dan fitur penganggaran. Namun, ketersediaannya sangat bergantung pada negara Anda, dan sebagian fitur terbatas di luar Eropa dan Inggris.
  • Skrill menyediakan kartu virtual prabayar dan mendukung pembayaran internasional, terutama untuk transaksi online. Meski tersedia luas, biayanya bisa lebih tinggi, khususnya untuk konversi mata uang dan penarikan.

Setiap platform punya tujuan berbeda. Wise berfokus pada layanan perbankan global, Payoneer dibuat untuk pencairan dana dari marketplace, sementara Revolut dan Skrill lebih condong ke perbankan digital dan pembayaran prabayar. Grey dibuat khusus untuk freelancer dan pekerja remote yang menginginkan akses langsung ke rekening multimata uang dan lebih sedikit hambatan dalam mengelola pembayaran internasional.

Perbandingan kartu virtual untuk pengguna internasional

Tabel perbandingan pilihan kartu virtual

Pilihan terbaik tergantung cara Anda mendapatkan penghasilan, tempat tinggal Anda, dan mata uang yang paling sering Anda gunakan.

Cara mendapatkan kartu virtual dolar sebagai non-residen AS

Jika Anda siap memiliki kartu virtual dolar, prosesnya biasanya cukup mudah.

Di Grey, misalnya, hanya perlu beberapa langkah:

Pembukaan akun dilakukan sepenuhnya secara online. Setelah mendaftar di situs web atau aplikasi seluler Grey, pengguna menyelesaikan proses verifikasi identitas singkat. Setelah itu, Anda bisa membuat kartu virtual langsung dari menu Kartu di dasbor.

Ilustrasi pembuatan kartu virtual dolar di aplikasi Grey

Kartu langsung diterbitkan, dan detailnya, termasuk nomor kartu, tanggal kedaluwarsa, dan CVV, segera tersedia untuk pembayaran online. Dengan begitu, pengguna bisa langsung membayar langganan, layanan digital, dan platform internasional tanpa menunggu kartu fisik tiba.

Biaya pembuatan kartu virtual Grey adalah USD 5 untuk kartu Visa. Di wilayah yang hanya mendukung Mastercard, biayanya USD 4 untuk pembuatan kartu ditambah biaya pengisian kartu USD 1. Jenis kartu yang tersedia, Visa atau Mastercard, tergantung negara Anda. Berbeda dengan sebagian penyedia lain, tidak ada biaya pemeliharaan bulanan, jadi Anda tidak dikenai biaya hanya karena kartu tetap aktif.

Ilustrasi kartu virtual dolar Grey dan biaya pembuatannya

Kartu ini terhubung ke rekening multimata uang Grey, tempat pengguna bisa menyimpan saldo dalam USD, EUR, GBP, dan NGN. Jika saldo USD sudah tersedia, pembayaran langsung dipotong dari sana. Jika belum, dana bisa ditambahkan dengan mengonversi mata uang lain yang didukung. Kurs ditampilkan sebelum Anda mengonfirmasi konversi, sehingga Anda tahu persis jumlah yang akan diterima.

Meski berbentuk virtual, kartu ini tidak terbatas untuk pembayaran online. Di wilayah yang didukung, kartu virtual Grey bisa ditambahkan ke Apple Pay atau Google Pay, sehingga pengguna bisa membayar nirsentuh di toko fisik dengan ponsel. Anda pun bisa membayar belanja sehari-hari dari saldo USD yang sama dengan yang dipakai untuk layanan online.

Ilustrasi pembayaran nirsentuh dengan kartu virtual Grey di ponsel

Keamanan juga menjadi fitur utama kartu virtual. Pembayaran dilindungi autentikasi 3D Secure, yang meminta konfirmasi sebelum transaksi tertentu diproses. Pengguna juga bisa membekukan atau mengaktifkan kembali kartu seketika dari aplikasi jika mencurigai aktivitas yang tidak wajar.

Selesai. Setelah kartu dibuat, Anda bisa memakainya untuk membayar layanan online, langganan, platform internasional, dan pembayaran nirsentuh.

Dalam kebanyakan kasus, seluruh proses pembuatan kartu bisa diselesaikan online dalam hitungan menit.

Mulai gunakan kartu virtual dolar hari ini

Buka akun Grey Anda, isi saldo USD, lalu buat kartu virtual Grey untuk mulai membayar layanan global dalam hitungan menit.

Pertanyaan umum seputar kartu virtual dolar

Bisakah non-residen AS mendapatkan kartu virtual dolar?

Bisa. Kini banyak platform fintech menawarkan rekening multimata uang yang memungkinkan non-residen AS membuat kartu virtual dolar tanpa perlu rekening bank AS atau status penduduk AS.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan kartu virtual dolar?

Sebagian besar platform menerbitkan kartu virtual seketika setelah verifikasi identitas selesai. Seluruh prosesnya biasanya kurang dari 10 menit.

Dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk mendapatkan kartu virtual USD?

Pengguna biasanya memerlukan kartu identitas resmi dari pemerintah, seperti paspor atau kartu identitas nasional. Beberapa penyedia juga mungkin meminta bukti alamat.

Bisakah kartu virtual USD dipakai untuk langganan?

Bisa. Kartu virtual bisa dipakai untuk sebagian besar pembayaran berulang, termasuk layanan streaming, langganan SaaS, platform cloud hosting, dan berbagai aplikasi digital.

Apakah ada batas pengeluaran pada kartu virtual dolar?

Batas pengeluaran berbeda-beda tergantung penyedia dan tingkat akun. Banyak kartu memungkinkan transaksi harian antara USD 500 dan USD 5.000, dan batas yang lebih tinggi mungkin tersedia setelah verifikasi tambahan.

Bisakah saya menambahkan kartu virtual dolar ke Apple Pay atau Google Pay?

Beberapa penyedia, seperti Grey, mendukung dompet digital, sehingga pengguna bisa membayar nirsentuh dengan ponsel meski tanpa kartu fisik.

‍

Apakah Grey aman dan legit digunakan? Ulasan jujur untuk 2026

•

•

2 menit baca

Kami membangun Grey agar orang dan bisnis lebih mudah menerima, mengelola, dan membelanjakan uang lintas negara.

Dengan Grey, Anda bisa menyimpan mata uang asing, menukarnya satu sama lain, berbelanja dengan kartu yang terhubung, dan mengirim uang ke luar negeri, semuanya dari satu platform.

Namun, dalam urusan layanan keuangan, pertanyaan soal kepercayaan selalu muncul: apakah Grey aman?

Jika Anda berencana memakai Grey untuk menerima pembayaran, menyimpan valuta asing, atau mengelola transaksi internasional, wajar saja kalau Anda punya banyak pertanyaan.

Berikut penjelasan singkat tentang cara kerja Grey dan sistem yang kami terapkan untuk menjaga uang serta data Anda tetap aman.

Apakah Grey aman?

Grey adalah perusahaan teknologi finansial, bukan bank, dan kami ingin menyampaikannya dengan jelas sejak awal. Grey menyediakan rekening multimata uang dan infrastruktur pembayaran. Anda bisa menyimpan USD, EUR, dan GBP, menukar antarmata uang, berbelanja dengan kartu, dan menarik dana ke rekening bank lokal Anda.

Sebagai penyedia layanan keuangan, kami beroperasi dalam kerangka kepatuhan yang dirancang untuk melindungi pengguna dan memastikan akuntabilitas. Kerangka ini mencakup:

  • Persyaratan KYC (Know Your Customer atau Kenali Pelanggan Anda)
  • Regulasi AML (Anti-Money Laundering atau anti pencucian uang)
  • Pemantauan transaksi dan pemeriksaan kepatuhan yang berkelanjutan

Kerangka ini merupakan standar di industri keuangan dan penting untuk mencegah penipuan serta aktivitas ilegal.

Kami juga bekerja sama dengan lembaga mitra yang teregulasi untuk menyediakan layanan kami.

Keamanan situs web dan aplikasi

Grey dirancang terutama untuk digunakan secara online dan di dalam aplikasi, jadi kami menanamkan keamanan di setiap lapisan pengalaman.

Untuk membuka akun, Anda harus menyelesaikan proses verifikasi dan membuat kredensial login yang aman. Setelah aktif, akun Anda dilindungi dengan:

  • Autentikasi dua faktor
  • Keamanan tingkat perangkat (seperti biometrik)
  • Pemantauan sistem secara terus-menerus

Di balik layar, kami menjalankan pemeriksaan keamanan dan sistem pemantauan untuk mendeteksi serta mencegah aktivitas mencurigakan.

Dari sisi Anda, Anda bisa:

  • Memantau transaksi secara real time
  • Membekukan atau mengaktifkan kembali kartu seketika
  • Mengelola beberapa kartu untuk keperluan berbeda
  • Melacak saldo di berbagai mata uang

Fitur-fitur ini memberi Anda transparansi dan kendali atas keuangan Anda.

Apakah aman mengirim uang dengan Grey?

Ya, Grey aman untuk mengirim uang ke luar negeri.

Sebelum melakukan transfer, Anda perlu memverifikasi akun terlebih dahulu. Dengan begitu, semua transaksi terhubung dengan identitas yang sudah diverifikasi sehingga risiko penipuan berkurang.

Pembayaran Anda diproses melalui jaringan keuangan yang aman, dan Anda bisa melacak transaksi di dalam aplikasi.

Jika butuh bantuan, Anda bisa menghubungi support@grey.co untuk pertanyaan seputar transaksi atau akun.

Apakah aman menyimpan uang di akun Grey?

Dana yang Anda simpan di akun Grey tidak dicampur dengan dana operasional kami. Dana tersebut disimpan di lembaga mitra yang teregulasi, dalam rekening terpisah.

Artinya:

  • Uang Anda selalu terpisah dari dana perusahaan
  • Dana Anda tersedia saat Anda membutuhkannya
  • Anda bisa menukar, membelanjakan, atau menarik dana kapan saja

Berbeda dengan bank konvensional, Grey tidak menggunakan dana nasabah untuk pinjaman. Fokus kami adalah memberi akses, perpindahan, dan kendali atas uang, bukan memutar simpanan nasabah.

Mengapa verifikasi itu penting?

Mengapa Anda perlu mengirimkan dokumen identitas, bukti alamat, dan kadang informasi tambahan tentang sumber penghasilan atau kegiatan usaha?

Jawabannya adalah regulasi. Penyedia layanan keuangan wajib secara hukum memverifikasi identitas pelanggannya. Inilah kepatuhan KYC (Know Your Customer), yang dirancang untuk mencegah pencucian uang, penipuan, dan kejahatan keuangan lainnya. Setiap bank, platform fintech, atau pemroses pembayaran yang sah wajib melakukannya.

Saat kami meminta KTP atau paspor, bukti alamat, atau dokumen usaha untuk Grey Business, kami sedang mematuhi hukum sekaligus menjaga keamanan Anda.

Di mana posisi Grey Business?

Kami merancang Grey Business untuk UKM, agensi, startup, dan tim yang sedang berkembang yang membutuhkan infrastruktur keuangan setingkat bisnis untuk operasi internasional.

Dengan begitu, keuangan pribadi dan bisnis terpisah lebih jelas, sesuatu yang penting untuk pembukuan, kepatuhan pajak, dan kredibilitas profesional.

Bagi bisnis, kepatuhan dan struktur jauh lebih penting daripada bagi perorangan. Anda mengelola dana perusahaan, mungkin bersama mitra, investor, atau dengan kewajiban regulasi tertentu. Karena itu, Grey Business menawarkan rekening USD dan USDC, pembayaran massal dalam berbagai mata uang, serta akses ke beberapa kartu virtual USD.

Kapan Grey mungkin kurang cocok untuk Anda

Jika Anda membutuhkan layanan perbankan tradisional seperti pinjaman, KPR, atau cerukan (overdraft), kami tidak menyediakannya. Fokus kami adalah rekening multimata uang dan pembayaran, bukan layanan perbankan penuh.

Jika semua kegiatan Anda hanya dalam satu mata uang dan tidak pernah berurusan dengan pembayaran internasional, Anda mungkin tidak memerlukan Grey.

Jika Anda kurang nyaman dengan layanan keuangan yang sepenuhnya digital dan lebih suka datang ke kantor cabang, Grey kurang cocok untuk Anda. Semua bisa Anda kelola lewat aplikasi dan layanan dukungan online kami yang siap 24/7.

Jadi, apakah Grey legit dan aman?

Apakah Grey legit? Ya. Apakah Grey aman? Ya.

Pertanyaannya sebenarnya bukan apakah Grey aman secara mutlak, melainkan apakah Grey alat yang tepat untuk kebutuhan Anda. Jika Anda mengelola valuta asing, menerima pembayaran internasional, atau menjalankan bisnis dengan operasi lintas negara, Grey adalah pilihan yang tepat.

Kepercayaan butuh waktu, dan itu wajar. Kalau masih ragu, mulailah dari yang kecil. Gunakan Grey untuk satu pembayaran, lihat cara kerjanya, lalu putuskan sendiri.

Buka akun Grey gratis atau coba Grey Business jika Anda siap mengelola pembayaran internasional dengan infrastruktur yang tepat.

‍

Kartu virtual Bank of America: cara menyiapkan dan memakainya

•

•

2 menit baca

Kartu virtual makin sering mengalahkan kartu fisik dalam hal fungsi dan kemudahan. Untuk saat-saat Anda tetap butuh kartu di kasir, banyak penyedia kartu virtual kini terhubung dengan Google Pay, Apple Pay, dan Samsung Pay, sehingga Anda bisa membayar tanpa sentuh di tempat yang mendukungnya.

Kartu virtual Bank of America sebenarnya bukan nomor kartu terpisah, melainkan kartu BoA Anda yang ditambahkan ke dompet digital untuk belanja online, di aplikasi, dan tanpa sentuh. Caranya lewat aplikasi mobile BoA: buka menu kelola kartu debit atau kredit, pilih Digital Wallets pada kartu yang ingin dipakai, lalu ketuk Add di opsi dompet digital pilihan Anda. Setelah itu, dompet digital menyimpan nomor pengganti yang dipakai untuk membayar, bukan nomor kartu asli Anda.

Panduan ini menjelaskan apa itu kartu virtual BoA, cara menyiapkannya, di mana kartu ini bisa dipakai, dan apa yang bisa dilakukan jika Anda butuh lebih dari yang ditawarkan BoA.

Apa itu kartu virtual Bank of America?

Berbeda dari beberapa bank lain, Bank of America tidak menyediakan nomor kartu virtual terpisah untuk kartu kredit dan debit konsumen. Sebagai gantinya, BoA mendukung dompet digital seperti Apple Pay, Google Pay, dan Samsung Pay, yang memakai tokenisasi untuk melindungi data kartu asli Anda saat membayar.

Saat Anda menambahkan kartu Bank of America yang memenuhi syarat ke dompet digital, nomor kartu asli Anda diganti dengan token digital unik yang disebut device account number. Merchant menerima token ini, bukan nomor kartu asli Anda, sehingga risiko penipuan kartu berkurang jika data pembayaran bocor.

Karena token terhubung ke perangkat Anda, bukan ke kartu fisik, nomor kartu asli Anda tetap tersembunyi saat membayar tanpa sentuh dan saat belanja online di tempat yang mendukung.

Kartu yang memenuhi syarat:

  • Kartu debit konsumen Bank of America (kecuali kartu khusus ATM)
  • Kartu kredit konsumen Bank of America
  • Kartu debit Small Business Bank of America
  • Kartu konsumen Merrill dan U.S. Trust (kartu yang diterbitkan di Puerto Riko dan Kepulauan Virgin AS tidak termasuk)

Penjelasan kartu virtual Bank of America

Bank of America tidak menerbitkan nomor kartu virtual debit atau kredit tersendiri di aplikasinya. Yang Anda dapatkan adalah versi token dari kartu debit atau kartu kredit BoA Anda di dalam dompet digital. Prosesnya terlihat sama, tetapi keduanya bekerja berbeda di balik layar dan cocok untuk situasi yang berbeda.

Kartu debit BoA di dompet digital

Kartu debit terhubung langsung ke rekening giro (checking account) Bank of America Anda. Pada dasarnya, versi di dompet digital adalah bentuk online dari kartu fisik Anda. Saat Anda berbelanja, dana langsung terpotong dari saldo yang tersedia. Transaksi ini tidak memengaruhi kredit Anda karena tidak memakai limit kredit.

Kartu debit BoA bisa ditambahkan ke Apple Pay, Google Pay, atau Samsung Pay. Saat Anda menambahkannya ke dompet digital, dompet tersebut membuat device account number (token) yang dipakai untuk pembayaran, bukan nomor kartu debit fisik Anda. Nomor token inilah yang diterima merchant saat transaksi tanpa sentuh atau pembelian di aplikasi.

Kartu kredit BoA di dompet digital

Sebaliknya, kartu kredit di dompet digital terhubung ke salah satu kartu kredit Bank of America Anda. Transaksi memakai limit kredit yang tersedia, bukan saldo rekening giro. Seperti kartu kredit fisik, Anda tetap mendapat manfaat yang biasa, termasuk perlindungan pembelian, poin reward atau cashback, dan kemudahan mengajukan sanggahan transaksi.

Memilih antara kartu debit dan kartu kredit

Baik kartu debit maupun kartu kredit di dompet digital, tidak ada yang benar-benar lebih unggul. Namun masing-masing punya kegunaan terbaiknya.

Kartu debit lebih cocok jika:

  • Anda ingin mengontrol saldo rekening dengan ketat dan tidak mau berisiko berutang
  • Anda melakukan pembelian online sehari-hari (langganan, pesanan kecil, layanan digital)
  • Anda memilih tidak memakai kredit untuk merchant atau kategori tertentu
  • Anda membantu seseorang mengatur pengeluaran tanpa memberinya akses ke kartu kredit

Kartu kredit lebih cocok jika:

  • Anda ingin mendapat reward atau cashback dari pembelian
  • Anda membeli barang bernilai tinggi dan menginginkan perlindungan pembelian serta hak sanggah yang lebih kuat dari kartu kredit
  • Anda ingin pembelian besar tidak langsung memotong rekening sampai tagihan jatuh tempo
  • Anda berbelanja di toko online baru atau yang kurang dikenal dan menghargai perlindungan penipuan yang lebih kuat dari produk kredit

Cara mendapatkan kartu virtual Bank of America

Menambahkan kartu BoA ke dompet digital cukup mudah dan hanya butuh beberapa menit.

Menambahkan ke Apple Pay:

  1. Buka aplikasi Wallet di iPhone atau iPad Anda.
  2. Ketuk ikon plus untuk menambahkan kartu baru.
  3. Ikuti petunjuk untuk menambahkan kartu debit atau kartu kredit. Anda bisa memindai kartu fisik atau mengetik datanya secara manual.
  4. BoA mungkin meminta verifikasi, misalnya dengan kode yang dikirim ke nomor telepon atau email terdaftar. Masukkan kode tersebut untuk mengonfirmasi.
  5. Setelah terverifikasi, kartu Anda muncul di Apple Wallet dan siap dipakai untuk pembayaran tanpa sentuh di toko, pembelian di aplikasi, dan di situs yang punya tombol Apple Pay.

Menambahkan ke Google Pay:

  1. Buka aplikasi Google Wallet di ponsel Android Anda.
  2. Ketuk "Add to Wallet" lalu pilih "Payment card".
  3. Ikuti petunjuk untuk menambahkan kartu BoA. Anda bisa memindainya atau memasukkan datanya secara manual.
  4. BoA mungkin memverifikasi penambahan kartu lewat kode yang dikirim ke kontak Anda.
  5. Kartu Anda kemudian siap dipakai untuk pembayaran tanpa sentuh dan checkout Google Pay secara online.

Menambahkan ke Samsung Pay:

Prosesnya mirip: buka aplikasi Samsung Wallet, tambahkan kartu, lalu selesaikan langkah verifikasi BoA.

Anda juga bisa memulai dari aplikasi mobile BoA: buka menu kelola kartu, pilih Digital Wallets, lalu ketuk Add pada dompet yang diinginkan. Setelah siap, tempelkan ponsel ke terminal tanpa sentuh mana pun untuk membayar di toko. Untuk belanja online, gunakan tombol Apple Pay atau Google Pay saat checkout jika tersedia.

Cara menemukan nomor kartu virtual BoA

Karena BoA tidak menerbitkan nomor kartu virtual terpisah, tidak ada nomor virtual lengkap yang bisa Anda salin dari aplikasi BoA.

Yang bisa Anda lihat:

  1. Buka aplikasi dompet digital tempat Anda menambahkan kartu BoA (Apple Wallet, Google Wallet, atau Samsung Wallet).
  2. Pilih kartu BoA Anda.
  3. Buka detail kartu. Di sana Anda melihat empat digit terakhir device account number, yang berbeda dari empat digit terakhir kartu fisik Anda.
  4. Gunakan empat digit ini untuk mencocokkan transaksi di struk atau riwayat pembayaran.

Mengapa ini penting bagi merchant: Sebagian merchant online meminta nomor kartu lengkap (Primary Account Number atau PAN) yang diketik manual. Token dompet digital tidak bisa diketik seperti itu, jadi di situs semacam ini Anda perlu memakai nomor kartu fisik BoA Anda atau kartu virtual dari penyedia lain.

Saat nomor virtual tidak terlihat: Tokenisasi terjadi otomatis saat Anda memakai kartu lewat dompet digital. Di aplikasi dompet, Anda hanya melihat empat digit terakhir token.

Keterbatasan kartu virtual Bank of America

Kartu BoA di dompet digital memang berguna, tetapi tidak menyelesaikan semua masalah.

  • Tidak ada nomor kartu virtual terpisah: Berbeda dari beberapa bank, Bank of America tidak memungkinkan pemegang kartu konsumen membuat nomor kartu virtual terpisah untuk belanja online. BoA mengandalkan dompet digital seperti Apple Pay dan Google Pay untuk menokenisasi data kartu Anda.
  • Hanya berfungsi di tempat yang menerima dompet digital: Untuk memakai kartu bertoken secara online, merchant harus mendukung dompet digital yang Anda pakai. Jika situs hanya menerima data kartu yang diketik manual, biasanya Anda harus memakai nomor kartu fisik.
  • Pembayaran tanpa sentuh butuh dompet digital: Pembayaran bertoken di toko hanya bisa dilakukan setelah kartu ditambahkan ke dompet digital yang didukung.
  • Perlindungan terikat perangkat: Token terikat pada perangkat tempat Anda menambahkan kartu. Jika Anda ganti ponsel atau mengatur ulang dompet, kartu perlu ditambahkan lagi.
  • Biaya kartu standar tetap berlaku: Memakai kartu bertoken tidak menghapus biaya transaksi luar negeri, bunga, atau biaya lain yang melekat pada kartu Bank of America Anda.

Alternatif kartu virtual BoA

Jika kartu BoA di dompet digital tidak sesuai kebutuhan Anda, misalnya karena kartu Anda tidak memenuhi syarat, merchant tidak menerima dompet digital, atau Anda butuh fungsi multimata uang, ada pilihan lain.

Kartu virtual dari bank AS lain

Beberapa bank besar AS punya fitur nomor kartu virtual sendiri untuk belanja online. Fitur ini terikat pada rekening dan kartu di bank tersebut.

Capital One Eno membuat nomor kartu virtual yang bisa dilihat di aplikasi atau lewat ekstensi browser bagi pemegang kartu kredit Capital One. Citi juga menyediakan Virtual Account Numbers untuk kartu yang memenuhi syarat. Sementara itu, Chase menyatakan tidak menerbitkan nomor kartu virtual sendiri; kartunya dipakai lewat dompet digital. Pilihan dari Capital One dan Citi adalah yang paling mendekati bayangan banyak orang tentang kartu virtual, tetapi Anda harus punya kartu di bank tersebut.

Kartu virtual dari fintech

Jika Anda berbelanja dari merchant internasional, berpenghasilan dalam beberapa mata uang, atau ingin kartu virtual yang tidak terikat rekening bank AS, kartu virtual dari fintech menawarkan fleksibilitas lebih.

Kartu virtual Grey adalah kartu virtual Visa atau Mastercard, tergantung negara Anda, yang terhubung ke saldo USD, GBP, atau EUR. Berbeda dari kartu BoA di dompet digital, kartu ini tidak bergantung pada rekening bank yang sudah ada dan punya nomor kartu sendiri yang bisa Anda masukkan di checkout online mana pun. Transaksi dalam USD tidak dikenai biaya lintas negara; transaksi di merchant non-USD dikenai biaya lintas negara 2% + USD 0,50 yang dikenakan merchant, bukan Grey.

Fitur Kartu BoA di dompet digital Kartu virtual Grey
Cara mendapatkan Tambahkan kartu BoA yang memenuhi syarat ke dompet digital Daftar di Grey, buat kartu dalam beberapa menit
Perlu kartu BoA Ya Tidak
Nomor kartu untuk diketik di checkout Tidak (hanya token di dompet digital) Ya
Dukungan multimata uang Tidak (USD saja) Ya (USD, GBP, EUR)
Nomor unik per merchant Tidak (token per perangkat) Tidak (satu nomor yang bisa dipakai ulang)
Bisa dipakai di toko Lewat dompet digital Ya (Apple Pay, Google Pay di wilayah yang didukung)
Biaya pembuatan sekali bayar Tidak ada USD 5 (Visa) atau USD 4 + biaya pengisian USD 1 (Mastercard)

Data diperiksa pada September 2026. Dapatkan kartu virtual Grey dan buka rekening multimata uang di Grey untuk menyimpan dan membelanjakan USD, GBP, atau EUR, tanpa biaya lintas negara untuk transaksi dalam USD.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah kartu virtual Bank of America gratis?

Ya. BoA tidak mencantumkan biaya khusus untuk menambahkan kartu ke dompet digital. Biaya rekening standar, bunga, dan biaya transaksi yang berlaku untuk kartu fisik Anda tetap berlaku untuk pembelian yang dilakukan lewat dompet digital.

Bisakah kartu virtual BoA dipakai di luar negeri?

Bisa, untuk pembayaran lewat dompet digital di merchant internasional yang mendukungnya. Biaya transaksi luar negeri yang berlaku untuk kartu fisik BoA Anda juga berlaku untuk transaksi ini. Menurut Bank of America, banyak kartu kredit mengenakan biaya transaksi luar negeri, biasanya 2% hingga 3%, jadi periksa perjanjian kartu Anda.

Apakah nomor kartu virtual berubah?

BoA tidak menerbitkan nomor kartu virtual statis. Untuk kartu yang dipakai lewat dompet digital, device account number bersifat tetap per perangkat tetapi berbeda dari nomor kartu asli Anda. Jika Anda menambahkan kartu di perangkat baru, token baru dibuat.

Bisakah kartu virtual BoA dipakai di toko?

Bisa, lewat dompet digital. Untuk pemakaian di toko, tambahkan kartu BoA ke Apple Pay, Google Pay, atau Samsung Pay lalu gunakan ponsel untuk membayar tanpa sentuh. Secara teknis ini adalah tokenisasi yang mirip dengan kartu virtual.

Apa alternatif terbaik untuk belanja internasional?

Untuk belanja dalam banyak mata uang tanpa biaya transaksi luar negeri kartu bank AS di setiap pembelian, kartu virtual multimata uang bisa lebih hemat. Kartu virtual Grey terhubung ke saldo USD, GBP, atau EUR dan tidak mengenakan biaya lintas negara untuk transaksi dalam USD.

Bagaimana cara mendapatkan kartu virtual Grey?

Daftar di grey.co atau unduh aplikasinya, lalu selesaikan verifikasi identitas. Buka akun USD, GBP, atau EUR. Masuk ke bagian Cards dan buat kartu virtual Grey. Biaya pembuatan sekali bayar adalah USD 5 untuk Visa, atau USD 4 ditambah biaya pengisian USD 1 untuk Mastercard, tergantung negara Anda. Detail kartu langsung tersedia di aplikasi dan siap dimasukkan di checkout online mana pun.

Kartu virtual PayPal: cara bayar online tanpa kartu fisik dan alternatifnya

•

•

2 menit baca

Cara orang membayar secara online telah banyak berubah dalam sepuluh tahun terakhir. Alih-alih mengetik data kartu di setiap situs, jutaan pembeli kini lebih memilih dompet digital yang memungkinkan mereka membayar hanya dengan sekali login. Bagi banyak orang, PayPal menjadi pilihan utama untuk belanja online, membayar freelancer, dan checkout tanpa membagikan data rekening atau kartu kepada setiap merchant.

Selama beberapa tahun, PayPal punya PayPal Key, layanan kartu virtual yang membuat nomor kartu digital untuk belanja online. Namun, PayPal menghentikan PayPal Key pada April 2022, sehingga banyak pengguna bertanya-tanya apakah kartu virtual PayPal masih ada.

Saat ini PayPal memang tidak lagi menawarkan kartu virtual tersendiri, tetapi masih ada cara untuk melakukan pembayaran tanpa kartu fisik dengan aman. Anda bisa membayar langsung saat checkout memakai saldo PayPal, rekening bank yang terhubung, atau kartu yang tersimpan, atau memakai PayPal Debit Card yang bisa ditambahkan ke dompet digital bagi pengguna yang memenuhi syarat. Panduan ini menjelaskan pilihan yang tersedia, batasannya, dan alternatif terbaik untuk belanja online.

Apakah kartu virtual PayPal masih tersedia?

Tidak. PayPal tidak lagi menawarkan PayPal Key, layanan kartu virtualnya dulu, yang dihentikan pada April 2022.

Selama beberapa tahun, PayPal Key memberi pengguna cara praktis untuk belanja online dengan membuat nomor kartu virtual yang terhubung ke akun PayPal mereka. Kartu ini bisa dipakai di mana saja Mastercard diterima secara online, sehingga sangat berguna untuk langganan, pembelian sekali bayar, dan merchant yang tidak mendukung checkout PayPal secara langsung. Namun, sejak PayPal menghentikannya pada 2022, PayPal Key tidak lagi tersedia untuk pengguna baru maupun lama.

Meski kartu virtualnya sudah tidak ada, PayPal tetap menyediakan cara aman untuk membayar online. Anda bisa menyelesaikan pembelian memakai saldo PayPal, rekening bank yang terhubung, atau kartu debit dan kredit yang tersimpan di merchant yang bekerja sama. Di beberapa negara, PayPal juga menawarkan PayPal Debit Card, yang memungkinkan pengguna yang memenuhi syarat membelanjakan saldo PayPal dan bisa ditambahkan ke dompet digital yang didukung untuk pembayaran nirsentuh dan online. Pilihan ini memang fleksibel, tetapi bukan kartu virtual tersendiri seperti PayPal Key dulu.

Cara memakai PayPal untuk pembayaran online yang aman

PayPal Key memang sudah tidak ada, tetapi PayPal tetap berguna untuk belanja online. Jutaan merchant di seluruh dunia masih menyediakan checkout dengan PayPal, sehingga pembeli bisa menyelesaikan transaksi tanpa membagikan data kartu debit atau kredit mereka langsung ke setiap situs. Bagi banyak pengguna, ini tetap cara termudah untuk menambah lapisan perlindungan pada pembayaran online.

Saat belanja di situs yang menerima PayPal, cukup pilih PayPal saat checkout, masuk ke akun Anda, lalu pilih metode pembayaran. Tergantung akun Anda, pembayaran bisa diambil dari saldo PayPal, rekening bank yang terhubung, atau kartu debit maupun kredit yang tersimpan.

Jika Anda memenuhi syarat untuk PayPal Debit Card, Anda juga bisa memakai data kartu yang ditampilkan di aplikasi PayPal untuk pembelian online yang didukung. Menambahkan kartu ini ke Apple Pay atau Google Wallet memberi cara praktis lain untuk membayar dengan aman di toko dan situs yang menerima dompet digital tersebut.

Cara mendapatkan kartu virtual PayPal di 2026

Jika Anda mencari kartu virtual PayPal, hal pertama yang perlu diketahui adalah PayPal Key sudah tidak tersedia. PayPal menghentikan layanan kartu virtual tersendiri ini pada 2022, jadi Anda tidak bisa mendaftar atau mengaktifkannya sekarang. Banyak artikel masih merekomendasikan PayPal Key, tetapi panduan seperti itu sudah usang dan tidak lagi sesuai dengan produk PayPal saat ini.

Alternatif terdekat adalah PayPal Debit Card, yang tersedia bagi pengguna yang memenuhi syarat di negara tertentu. Setelah pengajuan Anda disetujui, Anda bisa melihat data kartu di aplikasi PayPal dan memakainya untuk pembelian online yang memenuhi syarat, atau menambahkannya ke dompet digital yang didukung seperti Apple Pay dan Google Wallet.

Untuk memulai, masuk ke akun PayPal Anda dan cari bagian PayPal Debit Card. Jika memenuhi syarat, isi pengajuannya lalu aktifkan kartu Anda. Setelah kartu terbit, Anda bisa melihat informasinya di aplikasi dan memakainya di mana saja PayPal Debit Card diterima.

Alternatif kartu virtual PayPal terbaik

Karena PayPal tidak lagi menawarkan PayPal Key, pengguna yang mencari kartu virtual kini punya beberapa alternatif yang andal. Fintech maupun bank konvensional sama-sama menyediakan kartu virtual, meski fitur, biaya, dan ketersediaannya berbeda-beda.

Penyedia Ada kartu virtual? Paling cocok untuk Keunggulan utama
Grey Ya Pembayaran internasional dan belanja online Kartu virtual Visa atau Mastercard (tergantung negara Anda) yang dibuat dari aplikasi, dengan saldo multimata uang (USD, GBP, EUR)
Wise Ya (di wilayah tertentu) Belanja internasional Akun multimata uang dengan kurs yang kompetitif
Revolut Ya Orang yang sering bepergian Kartu virtual sekali pakai dan standar dengan kontrol pengeluaran
Chase
Tidak Nasabah Chase Kartu bisa ditambahkan ke dompet digital, tetapi Chase tidak menerbitkan nomor kartu virtual sendiri
Capital One Ya Pengguna kartu kredit Capital One Nomor kartu virtual lewat aplikasi dan ekstensi browser Capital One
Citi
Kartu tertentu Nasabah Citi Nomor rekening virtual untuk pemegang kartu yang memenuhi syarat

Pilihan yang tepat tergantung cara Anda memakai kartu virtual. Jika Anda rutin menerima pembayaran internasional sebelum membelanjakannya secara online, Grey memberi fleksibilitas lebih dengan saldo mata uang asing.

Mengapa kartu virtual Grey bisa lebih cocok

Memilih kartu virtual yang tepat tergantung cara Anda mendapatkan dan membelanjakan uang. Jika penghasilan Anda berasal dari klien internasional atau perusahaan di luar negeri, kartu virtual Grey menawarkan lebih dari sekadar cara membayar online. Kartu ini adalah kartu Visa atau Mastercard, tergantung negara Anda, yang bisa didanai langsung dari saldo USD, GBP, atau EUR, dibuat dari aplikasi, dan dipakai untuk belanja online di mana saja jaringan kartunya diterima.

Karena itu, Grey sangat berguna untuk membayar langganan software, layanan cloud, iklan online, pemesanan perjalanan, platform streaming, dan pembelian dari merchant internasional. Transaksi dalam USD tidak dikenai biaya lintas negara, sedangkan transaksi di merchant non-USD dikenai biaya lintas negara 2% + USD 0,50. Bagi freelancer, pekerja remote, dan profesional digital yang sudah menerima pembayaran internasional, Grey menyatukan cara menerima, menyimpan, dan membelanjakan mata uang global dalam satu aplikasi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa yang terjadi dengan PayPal Key?

PayPal Key adalah layanan kartu virtual PayPal yang membuat nomor kartu digital untuk belanja online. PayPal menghentikan produk ini pada April 2022, dan layanan ini belum kembali. Kini pengguna harus mengandalkan opsi pembayaran PayPal lainnya atau memilih penyedia kartu virtual pihak ketiga.

Bisakah saya membuat nomor kartu virtual PayPal di 2026?

Tidak. PayPal tidak lagi memungkinkan pengguna membuat nomor kartu virtual tersendiri seperti PayPal Key. Jika Anda butuh kartu pembayaran virtual untuk belanja online, Anda perlu memakai alternatif dari perusahaan fintech atau bank yang menyediakannya.

Apakah PayPal Debit Card berfungsi seperti kartu virtual?

Tidak sepenuhnya. PayPal Debit Card adalah kartu debit fisik yang terhubung ke saldo PayPal Anda, meski pengguna yang memenuhi syarat bisa melihat datanya di aplikasi PayPal dan menambahkannya ke dompet digital yang didukung. Kartu ini tidak sama dengan kartu virtual PayPal Key yang sudah dihentikan.

Bisakah saldo PayPal dipakai di semua toko online?

Hanya jika merchant menerima PayPal saat checkout. Jika sebuah situs tidak mendukung pembayaran PayPal, umumnya Anda tidak bisa memakai saldo PayPal secara langsung. Dalam kasus seperti itu, Anda perlu metode pembayaran lain, seperti kartu debit, kartu kredit, atau kartu virtual.

Apa alternatif PayPal terbaik untuk belanja online?

Alternatif terbaik tergantung kebutuhan Anda. Jika Anda ingin kartu virtual khusus untuk pembelian internasional, penyedia seperti Grey, Wise, dan Revolut bisa menjadi pilihan kuat. Mereka menyediakan kartu virtual untuk pembayaran online yang aman, dengan fitur yang kini tidak lagi ditawarkan PayPal Key.

Bagaimana cara mendapatkan kartu virtual Grey?

Buat akun Grey, selesaikan verifikasi yang diperlukan, dan isi saldo mata uang asing yang didukung, seperti USD, GBP, atau EUR. Setelah memenuhi syarat, Anda bisa membuat kartu virtual Visa atau Mastercard, tergantung negara Anda, lewat aplikasi Grey dan mulai memakainya untuk pembayaran online.

PayPal tetap menjadi cara tepercaya untuk membayar online, tetapi kartu virtual tersendirinya sudah tidak tersedia. Jika Anda butuh kartu virtual untuk belanja global dan langganan dengan aman, buka akun Grey atau unduh aplikasinya untuk membuat kartu dan membelanjakan saldo USD, GBP, atau EUR Anda secara langsung.

Kartu virtual Google Pay: cara kerja, cara pakai, dan alternatifnya

•

•

2 menit baca

Di negara yang mendukungnya, pembayaran nirsentuh sudah jadi bagian dari keseharian. Entah Anda belanja kebutuhan dapur, memesan tiket pesawat, atau belanja online, kemungkinan besar Anda pernah memakai dompet digital seperti Google Pay. Masalahnya, setiap kali Anda mengetik data kartu di sebuah situs, nomor kartu Anda ikut terlihat oleh merchant. Di sinilah fitur kartu virtual Google Pay berperan.

Kartu virtual Google Pay adalah versi tokenisasi dari kartu fisik Anda yang dibuat Google untuk pembelian online di Chrome, sehingga nomor kartu asli Anda tersembunyi. Saat ini fitur tersebut hanya berlaku untuk kartu dari bank tertentu, terutama di Amerika Serikat. Untuk memakainya, tambahkan kartu ke Google Pay, aktifkan nomor kartu virtual, lalu pilih isi otomatis saat checkout.

Google memperkenalkan fitur ini pada 2022, dan sejak itu daftar bank penerbit yang mendukungnya terus bertambah. Dalam panduan ini, Anda akan mempelajari cara kerja kartu virtual Google Pay, bank mana saja yang mendukungnya, cara mengaturnya, dan kapan kartu ini lebih baik dipakai daripada kartu fisik untuk belanja online.

Apa itu kartu virtual Google Pay?

Google Pay (lewat Google Wallet) menangani kartu virtual dengan dua cara: Anda bisa menambahkan kartu debit atau kredit virtual dari pihak ketiga ke dompet Anda, atau Google Wallet otomatis membuat nomor rekening virtual yang aman (token) saat Anda menautkan kartu fisik.

Kartu virtual Google Pay adalah versi digital dari kartu debit atau kredit Anda yang dibuat Google saat checkout online. Alih-alih membagikan nomor kartu asli ke sebuah situs, Google membuat nomor kartu virtual yang unik. Pembayarannya tetap diambil dari kartu asli Anda, tetapi merchant tidak pernah melihat data kartu yang sebenarnya.

Menurut Bantuan Google Pay, fitur ini bekerja lewat fitur isi otomatis di Google Chrome. Saat Anda sampai di formulir pembayaran pada situs yang didukung, Chrome mendeteksi bahwa kartu virtual tersedia dan menawarkan untuk mengisi nomor hasil tokenisasi secara otomatis.

Proses ini disebut tokenisasi. Nomor kartu asli Anda diganti dengan nomor lain yang terhubung secara matematis ke akun Anda. Misalnya, terjadi kebocoran data di platform tempat Anda memakai kartu dan nomor virtualnya dicuri. Nomor tersebut tidak bisa dipakai untuk mengakses rekening bank Anda atau bertransaksi di tempat lain.

Bank apa saja yang mendukung kartu virtual Google Pay?

Google Wallet memang tersedia di banyak negara, tetapi kartu virtual Google Pay sebagian besar baru tersedia untuk penerbit kartu tertentu di Amerika Serikat. Meski begitu, daftarnya terus bertambah sejak diluncurkan pada 2022.

Penerbit yang sudah mendukung di Amerika Serikat antara lain:

  • Capital One
  • American Express (kartu tertentu, sejak 2023)
  • Citi (kartu tertentu, sejak 2024)
  • Beberapa bank penerbit lain di Amerika Serikat

Beberapa negara lain sudah bisa memakai sebagian fitur tokenisasi Google Wallet, tetapi nomor kartu virtual untuk isi otomatis di Chrome belum tersedia secara luas di luar Amerika Serikat.

Google menyebut fitur ini hanya tersedia untuk bank atau jaringan kartu tertentu di negara atau wilayah tertentu. Cek kartu Anda di Google Wallet untuk memastikan apakah nomor kartu virtual tersedia.

Cara mengecek apakah bank Anda mendukung kartu virtual Google Pay:

  1. Buka aplikasi Google Wallet.
  2. Tambahkan kartu debit atau kredit Anda (jika belum).
  3. Cari opsi kartu virtual saat membayar online, atau di detail kartu.
  4. Atau, hubungi bank Anda dan tanyakan: "Apakah kartu saya mendukung nomor kartu virtual Google Pay untuk pembayaran online?"

Jika kartu atau bank Anda belum didukung, kami sudah menyiapkan beberapa alternatif di bawah. Selain itu, tidak semua gerbang pembayaran menerima nomor kartu virtual Google Pay. Jika itu terjadi, Anda perlu memakai data kartu fisik.

Cara menggunakan kartu virtual Google Pay

Untuk memakai fitur ini, Anda butuh Google Chrome di komputer atau perangkat Android, serta kartu yang didukung dan sudah ditambahkan ke Google Wallet. Berikut cara menggunakan kartu virtual Google Pay:

Langkah 1: Tambahkan kartu ke Google Wallet

Buka Google Wallet di wallet.google.com atau lewat aplikasi Google Wallet. Tambahkan kartu yang memenuhi syarat dengan memasukkan data kartu atau memindainya. Google mungkin mengirim kode verifikasi lewat bank Anda.

Langkah 2: Aktifkan nomor kartu virtual

Setelah kartu ditambahkan, buka detail kartu di Google Wallet. Cari opsi untuk mengaktifkan nomor kartu virtual. Tidak semua kartu menampilkan opsi ini. Jika Anda tidak melihatnya, kemungkinan kartu Anda belum memenuhi syarat.

Langkah 3: Buka Chrome dan kunjungi situs belanja

Fitur ini berjalan di Chrome versi komputer dan Android. Fitur ini mungkin tidak berfungsi di browser lain, seperti Safari, Firefox, atau Edge.

Langkah 4: Lanjutkan ke checkout

Saat sampai di formulir pembayaran, Chrome akan mendeteksi kartu Google Pay yang tersimpan dan menawarkan isi otomatis. Jika kartu virtual tersedia, Chrome akan menampilkan opsi untuk memakai nomor kartu virtual, bukan nomor asli Anda.

Langkah 5: Pilih opsi kartu virtual

Klik atau ketuk untuk memakai kartu virtual. Chrome akan mengisi nomor kartu hasil tokenisasi, tanggal kedaluwarsa, dan kode keamanan secara otomatis.

Langkah 6: Selesaikan pembelian

Merchant memproses pembayaran memakai nomor virtual tersebut. Tagihannya muncul di laporan kartu asli Anda sebagai transaksi biasa.

Cara menemukan nomor kartu Google Pay

Google tidak menerbitkan nomor kartu virtual permanen, jadi Anda tidak bisa sekadar menyalin nomornya untuk transaksi lain. Nomor kartu virtual dibuat setiap kali Anda perlu memakai kartu, dan itulah salah satu yang membuatnya aman.

Untuk menemukan nomor kartu Google Pay, buka Google Wallet, pilih kartu Anda, lalu cari bagian kartu virtual atau nomor rekening perangkat. Di sana tampil nomor kartu hasil tokenisasi yang terkait dengan akun Anda di perangkat atau browser tersebut. Nomor ini berbeda dari nomor asli yang tercetak di kartu fisik.

Sistem Google bisa membuat nomor khusus untuk satu merchant atau satu sesi. Artinya, nomor yang dipakai di satu toko bisa berbeda dari nomor di toko lain, meskipun kartunya sama. Ini membatasi kerugian jika sistem salah satu merchant dibobol.

Untuk banyak pembelian online, nomor virtual langsung diteruskan lewat isi otomatis Chrome tanpa ditampilkan kepada Anda. Memang begitu rancangannya. Sistem menyamarkan nomor secara otomatis, jadi Anda tidak perlu menyalin nomor virtual secara manual setiap kali berbelanja.

Keterbatasan kartu virtual Google Pay

Kartu virtual Google Pay memberi keamanan tambahan untuk belanja online, tetapi ada beberapa keterbatasan.

  • Hanya lewat Google Chrome: Anda tidak bisa memakai fitur kartu virtual di browser seperti Safari, Firefox, atau Microsoft Edge.
  • Dukungan perangkat terbatas: fitur ini ditujukan untuk Chrome di komputer dan perangkat Android. Di iPhone dan iPad, dukungannya terbatas.
  • Tidak semua bank didukung. Anda hanya bisa memakai kartu virtual Google Pay jika bank dan penerbit kartu Anda mendukungnya.
  • Terutama tersedia di Amerika Serikat. Sebagian besar pengguna di luar Amerika Serikat belum bisa memakai kartu virtual Google Pay.
  • Mungkin tidak berfungsi di semua situs. Meski jarang, ada toko online yang tidak menerima nomor kartu virtual. Jika itu terjadi, Anda perlu memakai data kartu fisik.

Alternatif kartu virtual Google Pay

Jika bank Anda belum mendukung kartu virtual Google Pay, atau Anda butuh kartu virtual yang bisa dipakai di lebih banyak platform dan mata uang, ada pilihan lain.

  • Kartu virtual dari bank

Beberapa bank di Amerika Serikat menerbitkan nomor kartu virtual sendiri di luar Google. Kartu virtual ini biasanya bisa dipakai di browser apa pun, tidak hanya Chrome. Tanyakan ke bank Anda apakah fitur ini tersedia.

  • Kartu virtual dari fintech

Fintech dan platform pembayaran seperti Grey, Payoneer, dan Wise menerbitkan kartu virtual Visa atau Mastercard yang terhubung ke saldo mata uang asing. Kartu ini terpisah dari kartu bank biasa Anda dan bisa dipakai untuk belanja online di mana pun Visa atau Mastercard diterima.

Kartu virtual Grey adalah kartu Visa atau Mastercard, tergantung negara Anda, yang bisa didanai dari saldo USD, GBP, atau EUR. Berbeda dengan kartu virtual Google Pay, kartu ini bisa dipakai di browser dan perangkat apa pun. Kartu ini praktis untuk belanja internasional: transaksi dalam USD tidak dikenai biaya lintas negara, sedangkan transaksi di merchant non-USD dikenai biaya lintas negara 2% + USD 0,50.

Fitur Kartu virtual Google Pay Kartu virtual Grey
Cara mendapatkannya Diaktifkan di Google Wallet jika kartu Anda memenuhi syarat Daftar di Grey, lalu buat kartu dalam beberapa menit
Kompatibilitas browser Isi otomatis di Chrome Bisa di mana saja (masukkan nomor kartu saat checkout)
Ketersediaan negara Bank dan negara tertentu, terutama Amerika Serikat Tersedia di negara-negara yang didukung Grey
Perlu kartu bank yang sudah ada Ya Tidak
Dukungan multimata uang Tidak Ya, didanai dari saldo USD, GBP, atau EUR
Bisa di iPhone dan iPad Terbatas Ya
Biaya pembuatan kartu satu kali Tidak ada USD 5 (Visa) atau USD 4 plus biaya pengisian USD 1 (Mastercard)
Dukungan Apple Pay dan Google Pay Lewat Google Pay Ya (di wilayah yang didukung)

Setelah Anda membuka rekening multimata uang di Grey, Anda bisa memakai rekening USD, GBP, atau EUR untuk menerima dan menyimpan pembayaran internasional. Setelah itu, Anda bisa membuat kartu virtual Grey yang terhubung langsung ke saldo mata uang asing Anda, menambahkannya ke Google Wallet, dan membayar secara nirsentuh dengan ponsel di wilayah yang didukung.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah Google Pay membuat kartu virtual untuk setiap pembelian?

Google Pay memakai nomor kartu hasil tokenisasi untuk melindungi data kartu asli Anda. Tergantung bank Anda, nomor virtual itu bisa khusus untuk satu merchant atau berubah dari waktu ke waktu, sehingga risiko penipuan berkurang.

Negara mana saja yang mendukung kartu virtual Google Pay?

Menurut Google, fitur ini hanya tersedia untuk bank atau jaringan kartu tertentu di negara atau wilayah tertentu, terutama kartu yang memenuhi syarat dari bank peserta di Amerika Serikat. Di negara lain, ketersediaannya masih terbatas.

Bisakah kartu virtual Google Pay dipakai di Safari atau Firefox?

Tidak. Fitur isi otomatis kartu virtual Google Pay berjalan lewat Google Chrome dan Android. Di browser lain seperti Safari atau Firefox, Anda perlu memasukkan data kartu secara manual.

Apakah kartu virtual Google Pay lebih aman daripada kartu biasa?

Ya, dalam arti nomor kartu asli Anda tidak diperlihatkan kepada merchant. Jika sistem pembayaran merchant dibobol, nomor hasil tokenisasi yang dicuri tidak bisa dipakai di merchant lain, sehingga nomor kartu asli Anda tetap aman. Langkah keamanan kartu yang biasa tetap berlaku untuk jenis penipuan lainnya.

Apa alternatif terbaik untuk kartu virtual Google Pay?

Jika Anda butuh kartu virtual yang bisa dipakai di semua browser dan perangkat, atau bank Anda belum mendukung kartu virtual Google Pay, kartu virtual dari fintech adalah pilihan paling fleksibel. Kartu virtual Grey bisa dipakai di situs mana pun dan terhubung ke saldo multimata uang, sehingga praktis untuk belanja online internasional.

Bagaimana cara mendapatkan kartu virtual Grey?

Buat akun Grey, selesaikan verifikasi identitas, dan buka saldo USD, GBP, atau EUR. Setelah itu, buat kartu virtual Grey dari menu Kartu di aplikasi. Ada biaya pembuatan kartu satu kali: USD 5 untuk Visa, atau USD 4 plus biaya pengisian USD 1 untuk Mastercard, tergantung jenis kartu yang tersedia di negara Anda.

Mata uang terlemah di dunia: 15 mata uang dengan nilai terendah terhadap dolar AS

•

•

2 menit baca

Nilai mata uang naik dan turun setiap saat. Namun, ada mata uang yang sudah puluhan tahun berada di jajaran terlemah, dan tampaknya belum akan berubah dalam waktu dekat. Saat ini, rial Iran adalah mata uang terlemah di dunia, dengan sekitar 1,5 juta rial untuk 1 dolar AS menurut data kurs 25 September 2026. Iran memiliki lebih dari satu kurs, dan kurs resmi bisa berbeda jauh dari kurs pasar. Di urutan berikutnya ada pound Lebanon, sekitar 89.500 LBP per USD. Mata uang lain dengan nilai sangat rendah antara lain dong Vietnam, leone Sierra Leone, kip Laos, dan rupiah Indonesia. Nilai mata uang dipengaruhi oleh inflasi, stabilitas politik, dan neraca perdagangan.

Meski begitu, kurs yang lemah tidak selalu berarti ekonomi suatu negara sedang gagal. Sebagian mata uang bernilai rendah karena keputusan moneter di masa lalu atau redenominasi, bukan karena kondisi ekonomi saat ini. Karena itu, penting untuk memahami apa yang sebenarnya ditunjukkan oleh mata uang bernilai rendah, dan apa yang tidak.

Dalam panduan ini, kami menjelaskan apa yang membuat sebuah mata uang masuk daftar mata uang terlemah di dunia, mengapa kurs bisa sangat berbeda antarnegara, dan mengurutkan 15 mata uang dengan nilai terendah terhadap dolar AS.

Apa yang membuat sebuah mata uang disebut "paling lemah"?

Ketika orang menyebut sebuah mata uang sebagai "paling lemah" atau bernilai paling rendah, biasanya yang dimaksud adalah kursnya terhadap dolar AS. Makin banyak unit mata uang yang dibutuhkan untuk membeli satu USD, makin rendah nilai nominal mata uang tersebut.

Namun, angka ini tidak menceritakan semuanya. Sebuah mata uang bisa memiliki kurs yang sangat rendah tanpa ekonomi negaranya benar-benar lemah. Nilai mata uang juga bergantung pada denominasi awalnya, sejarah ekonomi negaranya, dan dampak inflasi dari waktu ke waktu.

Contohnya, dong Vietnam diperdagangkan di kisaran 26.000 dong per dolar AS. Ini menjadikannya salah satu mata uang dengan nilai terendah di dunia berdasarkan kurs. Padahal, Vietnam telah mencatat pertumbuhan ekonomi yang kuat selama puluhan tahun. Kursnya yang rendah sebagian besar merupakan hasil kebijakan moneter masa lalu, bukan kinerja ekonomi yang buruk.

Itulah sebabnya para ekonom lebih menilai mata uang dari daya belinya. Daya beli adalah banyaknya barang dan jasa yang bisa dibeli dengan sejumlah mata uang lokal di dalam negeri. Satu juta rial Iran mungkin tidak berarti banyak di pasar AS, tetapi di dalam Iran uang itu tetap bisa membeli barang dan jasa lokal. Jangan salah paham, nilai mata uang yang rendah memang bisa mencerminkan kesulitan ekonomi, tetapi kurs saja bukan ukuran kinerja ekonomi.

Apa mata uang terlemah di dunia saat ini?

Mata uang terlemah di dunia berdasarkan kurs nominal terhadap dolar AS adalah rial Iran (IRR). Menurut data kurs 25 September 2026, 1 USD setara dengan sekitar 1.536.600 IRR (sekitar 153.700 toman). Iran menerapkan beberapa kurs sekaligus, sehingga angka yang Anda temui bisa berbeda tergantung sumber dan jenis transaksinya.

Lemahnya rial terutama disebabkan oleh sanksi AS dan internasional selama puluhan tahun terkait program nuklir Iran, ditambah inflasi yang terus tinggi, akses terbatas ke perbankan global, dan sulitnya memperdagangkan pendapatan minyak melalui sistem keuangan internasional. Akibat semua faktor ini, mata uang tersebut telah kehilangan sebagian besar nilainya terhadap dolar dalam dua puluh tahun terakhir.

Daftar mata uang terlemah di dunia

Mata uang di bawah ini diurutkan berdasarkan kurs nominalnya terhadap dolar AS per 25 September 2026. Karena kurs terus berubah, angka dan urutannya juga bisa berubah.

Peringkat Mata uang Negara Perkiraan unit per USD (25 September 2026) Alasan utama nilainya rendah
1 Rial Iran (IRR) Iran ~1.536.600 Sanksi internasional, inflasi tinggi, akses valuta asing terbatas
2 Pound Lebanon (LBP) Lebanon ~89.500 Runtuhnya sistem keuangan pada 2019, inflasi tinggi, kebangkrutan sektor perbankan, ketergantungan besar pada impor, ketidakstabilan
3 Dong Vietnam (VND) Vietnam ~25.950 Denominasi historis, kurs yang dikelola pemerintah
4 Leone Sierra Leone (SLL)* Sierra Leone ~24.600 Pemulihan pascakonflik, basis ekspor lemah, inflasi tinggi
5 Kip Laos (LAK) Laos ~22.300 Industrialisasi terbatas, ekonomi tanpa akses laut, ketergantungan tinggi pada impor
6 Rupiah Indonesia (IDR) Indonesia ~17.900 Ekonomi besar, tetapi mata uang berdenominasi tinggi dan riwayat inflasi
7 Som Uzbekistan (UZS) Uzbekistan ~11.800 Denominasi era Soviet, konvertibilitas yang secara historis terbatas
8 Franc Guinea (GNF) Guinea ~8.790 Bergantung pada sumber daya alam, ketidakstabilan politik, kapasitas kelembagaan lemah
9 Guarani Paraguay (PYG) Paraguay ~5.930 Riwayat inflasi regional, denominasi tinggi
10 Ariary Madagaskar (MGA) Madagaskar ~4.390 Kemiskinan yang persisten, diversifikasi perdagangan terbatas, kerentanan iklim
11 Riel Kamboja (KHR) Kamboja ~4.050 Riwayat hiperinflasi, penggunaan USD yang luas di dalam negeri
12 Shilling Uganda (UGX) Uganda ~3.840 Inflasi yang persisten, pembangunan kembali ekonomi pascakonflik
13 Franc Burundi (BIF) Burundi ~3.010 Salah satu ekonomi termiskin di dunia, inflasi tinggi, ketidakstabilan politik
14 Shilling Tanzania (TZS) Tanzania ~2.640 Inflasi regional, diversifikasi ekspor terbatas
15 Franc Kongo (CDF) Republik Demokratik Kongo ~2.310 Konflik, kelembagaan lemah, eksploitasi sumber daya tanpa pembangunan yang merata

Semua kurs bersifat perkiraan per 25 September 2026 dan dapat berubah. Periksa kurs terbaru di xe.com.

  • Sierra Leone telah melakukan redenominasi dengan menghapus tiga angka nol. Satu Leone Baru (SLE) secara hukum setara dengan 1.000 Leone Lama (SLL), sehingga kurs di atas setara dengan sekitar 24,6 SLE per USD. Sebagian besar platform keuangan masih mencantumkan kedua kode tersebut.

Mengapa ada mata uang yang begitu lemah?

Sebuah mata uang tidak tiba-tiba melemah dalam semalam atau karena satu peristiwa singkat. Umumnya, pelemahan terjadi karena kombinasi beberapa faktor ekonomi dan politik selama bertahun-tahun.

  • Inflasi tinggi: ketika harga naik lebih cepat dibanding negara lain, mata uang kehilangan daya beli dan melemah terhadap mata uang utama seperti dolar AS. Iran sudah lama mengalami inflasi di atas 30%, sementara inflasi Venezuela begitu parah sampai mata uangnya harus diredenominasi beberapa kali.
  • Sanksi internasional: sanksi dapat membatasi akses suatu negara ke sistem perbankan global, investasi asing, dan pasar ekspor. Iran adalah contohnya. Pembatasan SWIFT dan transaksi dolar AS membuat perdagangan internasional jauh lebih sulit, sehingga rial tertekan dalam waktu lama.
  • Ketidakstabilan politik dan konflik: perang, kerusuhan politik, dan pemerintahan yang lemah menurunkan kepercayaan investor dan mendorong pelaku usaha serta masyarakat memindahkan uangnya ke tempat lain. Franc Kongo, franc Burundi, dan leone Sierra Leone sama-sama terdampak oleh ketidakstabilan selama bertahun-tahun.
  • Ekspor lemah dan defisit perdagangan: negara yang mengekspor barang bernilai rendah tetapi mengimpor produk mahal sering kali membelanjakan lebih banyak valuta asing daripada yang diperolehnya. Lama-kelamaan, hal ini menekan mata uang lokal.
  • Kebijakan moneter yang buruk: jika pemerintah membiayai belanja dengan mencetak lebih banyak uang, inflasi biasanya menyusul dan nilai mata uang turun. Bank sentral yang independen umumnya lebih mampu mengendalikan inflasi dan menjaga kepercayaan terhadap mata uang.
  • Denominasi historis: sebagian mata uang bernilai rendah semata karena denominasi awalnya. Dong Vietnam dan rupiah Indonesia, misalnya, membutuhkan ribuan unit untuk menyamai satu dolar AS, tetapi hal ini mencerminkan keputusan moneter masa lalu sama besarnya dengan kondisi ekonomi saat ini.

Dampak mata uang lemah bagi wisatawan dan penerima kiriman uang

Nilai mata uang tidak hanya penting bagi warga negaranya, tetapi juga bagi wisatawan dan orang yang mengirim uang ke negara tersebut.

Berkunjung ke negara dengan mata uang lemah bisa terasa murah jika Anda membawa USD, EUR, atau GBP. Akomodasi, makanan, dan jasa dihargai dalam mata uang lokal, sehingga cukup dengan sedikit mata uang kuat, negara-negara ini menjadi tujuan yang terjangkau. Kendala praktis muncul di negara yang sangat bergantung pada uang tunai, ATM-nya jarang, mata uangnya tidak bebas dikonversi, atau kurs pasar paralelnya jauh berbeda dari kurs resmi.

Bagi penerima uang dari luar negeri

Fluktuasi kurs bisa sangat memengaruhi kiriman uang. Meski seseorang mengirim jumlah USD, EUR, atau GBP yang sama setiap bulan, jumlah yang diterima dalam mata uang lokal bisa berbeda jauh hanya karena kursnya tidak stabil.

Di negara dengan inflasi tinggi, langsung menukar ke mata uang lokal juga bisa menggerus daya beli dari waktu ke waktu. Karena itu, waktu konversi menjadi sangat penting dalam kondisi seperti ini.

Itulah sebabnya banyak pekerja diaspora dan keluarganya memilih menerima kiriman dalam USD, EUR, atau GBP dan baru menukarnya saat dibutuhkan, alih-alih langsung menerimanya dalam mata uang lokal saat uang tiba. Platform seperti Grey yang memungkinkan penerima menyimpan saldo USD, GBP, atau EUR memberi perlindungan nilai terhadap inflasi. Anda bisa mengirim uang ke luar negeri dengan Grey dengan biaya yang transparan dan pilihan menerima dalam mata uang asing, tanpa harus langsung dikonversi saat uang masuk.

Cara melindungi uang Anda dari mata uang lokal yang lemah

Jika Anda tinggal di, atau rutin mengirim uang ke, negara dengan mata uang lemah, ada beberapa cara untuk mengurangi risiko kehilangan nilai.

  • Simpan tabungan dalam mata uang yang stabil: jika penghasilan Anda dalam USD, GBP, atau EUR, pertimbangkan untuk menyimpannya dalam mata uang tersebut alih-alih langsung menukar semuanya. Cara ini membantu melindungi tabungan Anda dari depresiasi mata uang lokal.
  • Gunakan akun multimata uang: akun multimata uang memungkinkan Anda menerima dan menyimpan mata uang asing sampai Anda siap menukarnya, alih-alih otomatis dikonversi saat uang masuk.
  • Pilih kurs yang transparan: saat perlu menukar, gunakan platform yang menampilkan kurs dan biaya secara jelas sejak awal, bukan yang menyembunyikan biaya di balik kurs yang buruk.

Membuka akun USD, EUR, atau GBP di Grey memberi pengguna di banyak negara akses ke akun mata uang asing yang stabil. Anda bisa menerima penghasilan dalam USD, EUR, atau GBP dan menyimpannya dalam mata uang tersebut sampai siap dikonversi. Ini memberi perlindungan tertentu dari ketidakstabilan mata uang lokal. Anda juga bisa menukar mata uang dengan Grey dengan kurs yang ditampilkan di muka dan biaya konversi 0% hingga 1%, dengan batas maksimum USD 6 untuk sebagian koridor.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa mata uang terkuat di dunia?

Dinar Kuwait (KWD) umumnya merupakan mata uang dengan nilai tertinggi di dunia berdasarkan kurs nominal. Satu dinar Kuwait bernilai lebih dari tiga dolar AS. Dinar Bahrain dan rial Oman juga termasuk mata uang terkuat.

Mengapa rial Iran begitu lemah?

Rial melemah karena sanksi internasional selama puluhan tahun, inflasi tinggi, akses terbatas ke perbankan global, dan berkurangnya investasi asing. Semua faktor ini membuat mata uang tersebut kehilangan sebagian besar nilainya terhadap dolar AS.

Apakah mata uang yang lemah buruk bagi perekonomian?

Tidak selalu. Mata uang yang lebih lemah bisa membuat ekspor suatu negara lebih murah dan lebih kompetitif di luar negeri. Namun, impor jadi lebih mahal, yang bisa mendorong inflasi dan menaikkan biaya hidup, terutama di negara yang sangat bergantung pada barang impor.

Bisakah saya kaya dengan membeli mata uang yang lemah?

Mungkin saja, tetapi risikonya sangat tinggi. Mata uang yang melemah akibat inflasi, sanksi, atau ketidakstabilan politik sering kali terus kehilangan nilainya. Perdagangan mata uang menuntut pemahaman yang baik tentang kondisi ekonomi dan berisiko besar menimbulkan kerugian.

Seberapa sering peringkat ini berubah?

Kurs bergerak terus-menerus, tetapi mata uang di posisi terbawah biasanya bertahan di sana selama bertahun-tahun. Sesekali, suatu negara menghapus beberapa angka nol dari mata uangnya melalui redenominasi, yang mengubah kurs nominal tanpa harus memperbaiki perekonomian.

Bisakah saya menyimpan USD di akun Grey dari negara mana pun?

Grey menyediakan akun USD, GBP, dan EUR bagi pengguna di banyak negara. Ketersediaannya bergantung pada tempat tinggal Anda, jadi periksa daftar negara yang didukung Grey untuk melihat akun mana yang tersedia di wilayah Anda.

Buka akun USD, EUR, atau GBP di Grey dan simpan uang Anda dalam mata uang yang stabil, di mana pun Anda tinggal. Lindungi aset Anda dari pelemahan mata uang lokal mulai hari ini.

Arrow (up)

Kembali ke atas